RAMAYANA (Resensi Buku Ramayana)

Ramayana, Sebuah Roman Epik Pencerah Jiwa Manusia.
Kisah Singkat dari isi Buku Ramayana.



Dikarang oleh Empu Walmiki.
Penulis : C. Rajagolapachari.
Melengkapi seri Mahabarata dengan pengarang yang sama, buku yang sangat bagus untuk dijadikan salah satu sisinya sebagai pedoman dalam kehidupan. 
Untuk bisa hidup menerima apa adanya dan berjalan sesuai dengan dharma (tanggung jawab dan kebaikan). Tanpa mempedulikan nilai-nilai  SARA (Suku, agama, ras, dan antar golongan) , isi nilai-nilai kebajikan yang disampaikan oleh buku ini sungguh luar biasa. Buku ini banyak memberikan pelajaran bagiku untuk kehidupan yang baik.


Ramayana, pada intinya mengisahkan percintaan antara Rama dan Shinta, kasing sayang sejati dan kebijaksanaan di kerajaan Ayodya, dan juga kisah peperangan melawan Rahwana. 

Pangeran Ramachandra ( yang biasa disebut Rama) berasal dari Kerajaan Ayodya. Sebagai anak pertama, dia dianugerahi menjadi Raja Ayodya untuk menggantikan Ayahnya yang bernama Raja Dasarata. Raja Dasarata akan segera mangkat dari kekuasaannya karena sudah tua. Dia menginginkan Rama menggantikan dan meneruskan kepemimpinannya dalam memegang tampuk kekuasan di Kerajaan Ayodya. Dia yakin Rama yang merupakan anak kesayangannya dan jelmaan Dewa Wisnu bisa menaruh harapan dan simpati yang lebih besar pada rakyatnya dan bisa memimpin kerajaan dengan lebih bijaksana dan cemerlang. Akan teta Api, istri kedua Raja Dasarata yang bernama Dewi Kaikeyi menolak Rama untuk menjadi Raja menggantikan ayahnya. 

Dewi Kaikeyi, pada mulanya dengan senang hati menerima Rama menggantikan kedudukan suaminya. Namun pada suatu waktu ia dipengaruhi oleh omongan-omongan panas dari pembantunya. Pembantu itu terus berkata bahwa Rama tidak pantas menjadi raja, tapi putra Dewi Kaikeyi lah yang pantas menjadi raja. Akhirnya Dewi Kaikeyi, yang sebelumnya dikenal sangat cantik dan berbudi baik hati, dia pun lengah terpengaruh dan terbujuk rayuan maut itu. Dewi Kaikeyi menginginkan gelar raja itu diberikan kepada anak semata wayangnya yang bernama Bharata.

Di antarara 3 permaisuri Raja Dasarata, Dewi Kaikeyi adalah permaisuri kesayangan raja, ia adalah yang tercantik dan terbaik.Pada masa lalu, Raja Dasarata pernah menjanjikan sumpah untuk menuruti apapun dua keinginan yang diajukan oleh Dewi Kaikeyi.  Raja Dasarata pernah memberikan sumpah yang berisi dua keinginan karena pada masa lalu ketika perang, Dewi Kaikeyi menyelematkan nyawa Raja Dasarata yang hampir mati tertusuk panah. 

Sebenarnya, Dewi Kaikeyi tidak pernah mengingat kembali sumpah yang pernah diberikan oleh Raja Dasarata. Kaikeyi sudah tak lagi peduli, dia hanya peduli dengan kasih sayang kepada suaminya dan anak-anaknya, termasuk Rama. Dia juga sangat menyayangi Pangeran Rama walaupun bukan anak kandungnya. 

Rayuan, tipu daya, dan pengaruh akal bulus dari pembantunya telah membakar habis hati nurani Dewi Kaikeyi. Seolah-olah hati Dewi Kaikeyi yang dulunya lembut sudah tergerus dan terbakar oleh api amarah yang menyala-nyala. Dia menjadi tak terima jika Rama menjadi Raja nantinya. Dia segera mengingat kembali sumpah itu dan menyalahgunakannya.

Dia menuntut dua permohonan, yaitu yang pertama menjadikan anaknya, Bharata, sebagai Raja Ayodya. Dan yang kedua mengusir Rama dari Kerajaan untuk dibuang ke hutan. 

Raja Dasarata bersujud meminta-minta dan menangis-nangis kepada Kaikeyi untuk mencabut kembali permintaan sumpah itu. Tapi, Kaikeyi tidak menggubrisnya sama sekali. 

Raja Dasarata pada akhirnya meninggal dunia karena kesedihannya yang mendalam bagaikan tersayat sembilu. Ia memikirkan ulah Dewi Kaikeyi dan ditinggalkan putra kesayangannya, Rama. 

Sebaliknya, anak Dewi Kaikeyi, Bharata, tidak mau dijadikan Raja Ayodya. Ia malahan menginginkan Rama sebagai Raja Ayodya. Sayangnya pada waktu kejadian itu, ia tidak ada di kerajaan Ayodya, tapi sedang berada di kerajaan pamannya.

Mau tidak mau, Raja Dasarata harus memenuhi permintaan Dewi Kaikeyi karena terikat sumpah janjinya di masa lalu. Raja bersikeras memohon belas asih Dewi Kaikeyi, namun Kaikeyi tetap ingin sumpah itu.

Dalam kisah ini, Rama justru menerimanya dengan senang hati dan ikhlas. Ia mau melepas gelar kerajaan yang diserahkannya dan dengan tabah diusir ke hutan demi memenuhi sumpah ayah tercintanya. Raja Dasarata berusaha melarangnya, tapi Rama bertekad ingin melaksanakannya.

Rama dan Sinta menjalani hari-hari bahagia di hutan bersama adiknya Lesmana. Ia adalah anak permaisuri ketiga dari Raja Dasarata yang bernama Dewi Sumitra.
Suatu hari Sinta diculik oleh Rahwana ketika Rama sedang berburu kijang. Rama terkena tipuan jebakan dari raksasa yang menyaru menjadi kijang kencana. Karena tergiur dengan kijang cantik itulah, Sinta memohon Rama untuk menangkapnya.

Ketika Sinta sendirian, Rahwana menculiknya. Rahwana membawa kabur Sinta ke kerajaan Alengka, kerajaan yang sangat jauh dan sulit untuk ditemukan.

Setelah pencarian panjang, berkat bantuan Hanoman dan Raja kera Sugriwa, Rama dan Lesmana menemukan Sinta di Kerajaan Alengka.
Dari sinilah PERANG dimulai. Rama melawan Rahwana. Akhirnya Rahwana berhasil mengalahkan Rahwana.

Namun yang menyedihkan, ketika Rama telah berhasil menemukan kembali istri yang dicintainya, dia malah tak mau kembali menjalin cintanya dengan Sinta. Rama berpikir, istrinya Sinta sudah terlalu lama jauh darinya dan hidup dengan lelaki lain di hutan.

Sinta menangis, padahal dia bertahan hidup di wilayah kerajaan Alengka demi Rama. Sinta sama sekali tak pernah tersentuh oleh Rahwana. Akhirnya Sinta menceburkan dirinya ke dalam api. Ajaibnya, api itu tak membakar jasad cinta, malah menebarkan pesona gemerlapnya Sinta. Ternyata, Rama yang merupakan jelmaan Dewa Wisnu, sedangkan Sinta adalah jelmaan istri Dewa Wisnu yang bernama Dewi Laksmi. 

Akhirnya, Rama tersadar. Mereka kembali ke kerajaan Ayodya. Rama ditasbihkan dalam upacara yang sangat besar menjadi raja Ayodya. Dia bertemu kembali dengan saudaranya, Bharata. Bharata pun dengan senang hati menerima Rama menjadi Raja Ayodya. Mereka hidup bahagia selama-lamanya. 

:)

______________________________


Ramayana ini lebih dari sekedar buku biasa. Setelah membacanya, anda akan mendapatkan keberanian, kekuatan kehendak yang lebih besar, dan pikiran yang lebih bersih dan murni. Kisah Rama dan Dewi Sinta dalam epos Ramayana ini lebih dari sekedar cerita biasa. Sebagai kisah yang serat nilai kehidupan, sejarah, kebudayaan, dan spiritualitas, melalui tokoh-tokoh besar itu hadirlah cerita yang luar biasa. Kisah tersebut merupakan rekaman pikiran dan semangat para pendaulu yang menginginkan kebaikan, lebih daripada sekadar kesenangan. Mereka bisa melihat lebih banyak hal dalam misteri kehidupan dibandingkan apa yang dapat kita lakukan dalam upaya pencarian kita yang tiada henti untuk mendapatkan capaian-capaian yang bersifat maya dan remeh-temeh di dunia material ini.

Roman epik Ramayana ini dimulai dengan kunjungan Batara Narada pada suatu pagi ke asrama Walmiki. Seteleh memberikan salam, Walmiki bertanya,"Batara yang tahu segala, siapakah pahlawan duni yang paling berbudi dan paling bijaksana?"

Demikianlah seterusnya, Ramayana mengalir sebagai mahakarya lintas zaman dan generasi. Kisah sang Maharaja dan Permaisuri  yang terlahir sebagai manusia, mengalami kedukaan manusia dan menegakkan dharma di dunia, didaraskan sang resi dengan keindahan sastra yang tidak tertandingi. Dan, apa yang diramalkan Brahma telah terbukti menjadi kenyataan. "Selama gunung-gemunung tetap berdiri tegak dan sungai-sungai mengalir, Ramayana akan terus dikisahkan dan menghindarkan umat manusia dari dosa."
Buku roman epik Ramayana ini sangat patut dimiliki, melengkapi buku roman epik yang telah terbit sebelumnya, Mahabharata, karya Sri C. Rajagopalachari.

1 komentar: